EKONOMI MAKRO

 

 

artikel

EKONOMI MAKRO

 

 

Tugas Mata Kuliah

EKONOMI MAKRO

Kelas 402

 

Nama Mahasiswa :

Nur Fitri Fajariyah

 

UNIVERSITAS PAMULANG

Jl. Surya Kencana No.1, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417

Email : my.upam.ac.id

2020/2021


 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. i

KATA PENGANTAR..

BAB I PENDAHULUAN.. 1

A.     Latar Belakang. 1

B.      RumusanMasalah. 1

C.     Maksud dan Tujuan. 2

BAB II PEMBAHASAN.. 3

A.     Pengertian Ekonomi Makro. 3

B.     Tujuan Ekonomi Makro. 3

C.     Ruang Lingkup Ekonomi Makro. 5

D.     Kebijakan Ekonomi Makro. 6

E.     Model Ekonomi Makro. 7

F.      Pendekatan Analitik. 9

BAB III PENUTUP.. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan artikel ini dapat terselesaikan dengan judul artikel EKONOMI MAKRO. Adapun penyusunan artikel ini berdasarkan data-data yang peroleh dari buku-buku pedoman, serta data-data dari internet. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

1.      Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya Penyusun dapat menyelesaikan artikel ini.

2.      mata kuliah EKONOMI MAKRO Universitas Pamulang yang telah memberikan tugas pembuatan artikel ini.

3.      Pihak-pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu, atas bantuan dan doa restu yang berhubungan dengan kegiatan pembuatan artikel.

4.      Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan artikel ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan  dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan artikel ini, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.

 

 

Tangerang, 28 April


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perkembangan ilmu ekonomi bermula pada abad ke 18. Yang dikembangkan oleh Adam Smith, Dalam aliran klasik Adam smith menekankan bahwa adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya. mekanisme pasar menjadi representasi dari konsep invisible hand ini, dengan harga menjadi instrumen utamanya.

Namun setelah terjadi krisis maka terbantahlah teori tersebut, keynes menyatakan bahwa perlunya pemerintah ikut campur dalam subuah perekonomian dan itu menyebabkan aliran klasik dan aliran keynes berbeda. Ilmu ekonomi dibagi menjadi 2 yaitu ilmu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Berikut ini penjelasan tentang ekonomi makro dan mikro yaitu : Ekonomi mikro mempelajari tentang ilmu ekonomi dengan ruang lingkup yang lebih kecil seperti produksi, harga dan distribusi. Ekonomi makro mempelajari ilmu ekonomi secara lebih luas yaitu tentang pengeluaran dan pendapatan, pengangguran, inflasi dan deflasi.

B.     RumusanMasalah

Terdapat beberapa hal yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

1.    Apa Itu Ekonomi Makro?

2.    Apa saja Tujuan Ekonomi Makro?

3.    Sebutkan Ruang Lingkup Ekonomi Makro?

4.    Bagaimana Kebijakan dalam Ekonomi Makro?

5.    Apa saja Model ekonomi makro?

6.    Apa yang dimaksud Pendekatan Analitik?

 

C.    Maksud dan Tujuan

Penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan yang ingin di capai, diantaranya: Untuk memebrikan pemahaman mengenai materi yang ada dalam artikel ini, semoga kita semua bisa benar-benar memahami tentang materi apa yang dibahas dalam artikel ini dan dapat menjadikan kita lebih giat dan teliti dalam belajar terutama dalam mencapai tujuan apa yang kita inginkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Ilmu ekonomi yang satu ini khusus mempelajari ekonomi secara skala besar dan keseluruhan. Ekonomi makro sering digunakan untuk menganalisa dan merancang target-target kebijaksanaan yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, tenaga kerja dan keseimbangan neraca pembayaran yang berkesinambungan.

Dikutip dari buku Konsep Dasar Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi (2018) karya Thamrin, ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian sebuah negara secara komprehensif. Ekonomi jenis ini juga bisa menganalisis tentang produsen secara keseluruhan serta konsumen dalam pengalokasian pendapatan dalam membeli barang/jasa.

B.     Tujuan Ekonomi Makro

Ekonomi makro memiliki beberapa tujuan yang juga berdampak untuk suatu negara. Setiap tujuan dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam suatu negara. Berikut beberapa tujuannya:

1.    Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Angka pengangguran yang tinggi di sebuah negara akan berdampak buruk untuk negara tersebut. Pengangguran yang tinggi akan menjadi beban ekonomi negara. Kebijakan ekonomi makro mengatur agar lapangan pekerjaan tercipta sehingga mampu menekan angka pengangguran dalam suatu negara.

2.    Produksi dalam Negeri yang Tinggi

Tinggi atau rendah suatu produksi dalam negeri tergantung ada investasi yang masuk ke dalam negara tersebut. Agar bisa meningkatkan produksi dalam negeri, suatu negara harus memiliki investasi yang tinggi serta meningkatkan produktivitas masyarakat. Dengan meningkatnya produktivitas, pendapatan juga akan meningkat dan produksi dalam negeri bisa ditingkatkan dengan baik.

3.    Ekonomi yang Stabil

Perekonomian yang stabil dalam suatu negara termasuk dalam tingkat pendapatan, lapangan pekerjaan, dan juga kestabilan harga barang dalam negara tersebut. Ekonomu makro memiliki tujuan agar harga barang dan juga lapangan pekerjaan selalu stabil. Hal ini juga akan berdampak baik untuk suatu negara.

4.    Neraca Pembayaran Seimbang

Setiap negara pasti melakukan transaksi dengan negara lain. Hal ini juga bisa mempengaruhi ekonomi suatu negara. Maka dari itu neraca pembayaran juga harus seimbang. Beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam neraca pembayaran adalah neraca perdagangan, transaksi berjalan, dan lalu lintas moneter.

5.    Pendapatan Penduduk yang Merata

Salah satu tujuan dari ekonomi makro adalah agar suatu negara memiliki pendapatan penduduk yang saling merata. Pendapatan tersebut didapat baik dari pengelolaan sumber daya alam maupun sumber daya manusia dalam negara tersebut. Dengan pendapatan yang merata, maka kehidupan penduduk akan menjadi semakin baik. Sehingga kualitas manusia dalam suatu negara akan menjadi semakin baik juga.

C.    Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Terdapat 3 ruang lingkup ekonomi makro, yaitu:

1.    Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Dalam ekonomi makro dijelaskan tentang seberapa jauh perekonomian suatu negara dapat menghasilkan suatu produk dan jasa. Ruang lingkup ekonomi makro ini memiliki beberapa jenis pengeluaran yaitu:

1)   pengeluaran konsumsi rumah tangga.

2)   pengeluaran pemerintah

3)   pengeluaran perusahaan atau investasi

4)    ekspor dan impor

2.    Kebijakan Pemerintah

1)        Ada 2 jenis kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan ekonomi makro, yaitu:
kebijakan moneter Merupakan kebijakan pemerintah yang dilakukan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam suatu negara.

2)        kebijakan fiskal. Merupakan langkah pemerintah untuk mengubah struktur dan jumlah pajak yang bertujuan mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu negara.

3.    Pengeluaran Agregat

Jika pengeluaran agregat tidak mencapai tingkat yang ideal,berarti sedang terjadi permasalahan ekonomi dalam suatu negara. Untuk menstabilkan pengeluaran agregat, pemerintah bisa menekan laju inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan dalam suatu negara.

D.    Kebijakan Ekonomi Makro

Ekonomi makro membahas hal yang terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran dan hal yang terkait dengan inflasi dan deflasi. Ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan dari yang diantaranya seperti:

1.    Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal mengatur pendapatan dan pengeluaran dari suatu negara. Pendapatan negara dapat dihasilkan dari pemungutan pajak yang dilakukan oleh setiap warga negara. Selain itu, pendapatan negara juga dapat dihasilkan dari hal diluar dari non-pajak seperti denda, lelang, gratifikasi dan pemberian dari negara lainnya.

Sedangkan untuk pengeluaran biasanya mengenai kegiatan impor barang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Kebutuhan negeri yang dibutuhkan biasanya kebutuhan yang memang sulit untuk diproduksi oleh negara. Sehingga akhirnya negara tersebut melakukan impor barang.

2.    Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang menjadi pembeda dari ekonomi mikro dan makro. Kebijakan yang berfungsi mengukur sebanyak apa dana yang dikeluarkan oleh bank sentral yang ada di Indonesia terhadap masyarakat. Jika terjadi perputaran uang yang semakin banyak tentunya, akan mempengaruhi perputaran uang yang semakin banyak dan akan berpengaruh pada tingkat inflasi sehingga menyebabkan harga suatu produk menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, apabila perputaran uang semakin kecil maka harga dari suatu produk yang ditawarkan relatif lebih murah atau yang sering disebut dengan deflasi.

Kebijakan inilah yang memiliki peranan cukup penting dalam kehidupan masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Karenanya, dengan mempelajari ilmu ekonomi tentu akan sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari.

3.    Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan segi penawaran berfungsi menyeimbangkan neraca keuangan dalam sebuah perusahaan maupun negara. Wajar jika banyak perusahaan membutuhkan orang yang ahli dalam bidang ilmu ekonomi. Dengan ilmu tersebut, diharapkan segala pengelolaan keuangan terutama yang berkaitan dengan produksi dapat ditekan seoptimal mungkin dan tetap dapat menyeimbangkan kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih berkualitas.

E.     Model Ekonomi Makro

1.    Permintaan agregat-Penawaran agregat

Model AD-AS telah menjadi model panduan standar untuk menjelaskan ekonomi makro. Model ini menunjukkan indeks harga dan indeks keluaran aktual di titik temu pada permintaan agregat dan penawaran agregat. Kurva permintaan agregat yang melandai ke bawah menandakan bahwa banyak keluaran yang diminta pada tingkat harga yang lebih rendah.

Kurva melandai ke bawah ialah hasil yang terjadi karena tiga efek: Efek Pigou, yang menyatakan bahwa ketika harga asli jatuh, kemakmuran asli naik, sehingga mengakibatkan naiknya permintaan barang oleh konsumen; Efek Keynes, yang menyatakan bahwa ketika harga turun maka permintaan uang akan turun dan akan mengakibatkan turunnya suku bunga, pinjaman investasi dan konsumsi akan naik; dan efek ekspor bersih, yang menyatakan bahwa ketika harga naik, barang domestik menjadi lebih mahal apabila dilihat dari sisi komparatif dengan konsumen asing dan akibat dari itu, ekspor menurun.

2.    IS-LM

Model IS-LM memunculkan titik ekuilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran diberikan oleh ekulibrium di dalam pasar barang dan uang.  Pasar barang diwakilkan oleh ekuilibrium antara investasi dan tabungan (IS), dan pasar uang diwakilkan oleh penawaran uang dan preferensi likuiditas. Kurva IS termasuk oleh titik-titik di mana investasi, berdasarkan suku bunga, setara dengan tabungan, berdasarkan keluaran.

Kurva IS melandai ke bawah karena keluaran dan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran meningkat maka akan lebih banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga haruslah diturunkan untuk mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran dengan tabungan. Kurva LM melandai ke atas karena suku bunga dan keluaran memiliki relasi positif di pasar uang. Dengan meningkatknya keluaran, permintaan untuk uang akan naik, dan suku bunga akan turut naik.

Model IS/LM sering kali digunakan untuk mendemonstrasikan efek dari kebijakan moneter dan fiskal. Buku teks sering kali menggunakan model IS/LM, tetapi model ini tidak menunjukkan kompleksitas dari model-model ekonomi-makro modern. Meskipun begitu, model-model modern ini masih tetap memiliki relasi yang mirip dengan IS/LM.

F.     Pendekatan Analitik

Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian, memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkan pada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahan penekanan.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Ekonomi makro merupakan ekonomi yang berbentuk dengan skala besar atau keseluruhan. Dengan adanya ekonomi makro ini masalah yang ada dapat terkendali. Sehingga kendala yang ada di berbagai negara dapat terkendali atau terselesaikan dengan adanya kebijakan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-ekonomi-makro-apa-tujuan-dan-ruang-lingkupnya/

https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro

Friedman, Milton (1953), Essays in Positive Economics, London: University of Chicago Press, ISBN 0-226-26403-3.

Haberler, Gottfried (1937), Prosperity and depression, League of Nations

Leijonhufvud, Axel The Wicksell Connection: Variation on a Theme. UCLA. November, 1979.

Healey, Nigel M. (2002). "AD-AS model". Dalam Snowdon, Brian; Vane, Howard. An Encyclopedia of Macroeconomics. Northhampton, Massachusetts: Edward Elgar Publishing. hlm. 11–18. ISBN 978-1-84542-180-9.

Heijdra, B. J. (2002), Foundations of Modern Macroeconomics, Oxford University Press, ISBN 0-19-877617-9

 

 

 

 

 

 

 

Komentar